Pendahuluan
Sertifikat Badan Usaha (SBU) merupakan dokumen resmi yang menyatakan bahwa suatu badan usaha telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis sesuai bidang usahanya. Sertifikat ini sangat penting dalam sektor jasa konstruksi, pengadaan, dan layanan konsultansi teknik. Selama ini, SBU identik dengan perusahaan besar. Namun, pertanyaannya: bisakah pelaku UMKM mendapatkan SBU? Jawabannya: bisa. Namun, ada tantangan nyata yang perlu dihadapi.
Apa Itu SBU dan Mengapa Penting?
SBU diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) dan digunakan sebagai bukti legalitas serta kompetensi badan usaha dalam bidang jasa tertentu. Sertifikat ini dibutuhkan sebagai syarat dalam mengikuti tender, mengurus izin usaha jasa konstruksi (IUJK), dan membangun reputasi di sektor profesional.
Peluang UMKM Mendapatkan SBU
- Akses ke Tender dan Proyek Pemerintah
SBU memungkinkan UMKM untuk mengikuti tender proyek berskala kecil hingga menengah yang disediakan pemerintah atau swasta. - Meningkatkan Kepercayaan Mitra dan Klien
Dengan SBU, UMKM dinilai lebih profesional, berintegritas, dan layak dijadikan mitra kerja. - Memperkuat Legalitas dan Daya Saing
Sertifikasi ini menunjukkan bahwa UMKM telah memenuhi standar usaha, menjadikannya lebih kompetitif di pasar jasa formal. - Dukungan dari Program Pemerintah
Saat ini, pemerintah mendorong peningkatan kualitas UMKM melalui pembinaan, pelatihan, dan digitalisasi layanan sertifikasi.
Tantangan yang Dihadapi UMKM
- Minimnya Informasi dan Pemahaman
Masih banyak pelaku UMKM yang belum mengetahui apa itu SBU, fungsinya, dan cara memperolehnya. - Kesulitan dalam Pemenuhan Dokumen
Syarat administratif seperti laporan keuangan, struktur organisasi, dan tenaga ahli masih menjadi hambatan bagi UMKM yang belum terdigitalisasi. - Keterbatasan Tenaga Ahli Bersertifikat
Salah satu syarat penting dalam pengurusan SBU adalah tenaga ahli yang memiliki SKK/SKA. UMKM sering kali belum memiliki sumber daya ini. - Biaya Pengurusan dan Konsultasi
Meskipun biaya resmi terjangkau, biaya tidak langsung seperti konsultasi, pelatihan, dan penyusunan dokumen bisa menjadi beban.
Solusi untuk Meningkatkan Akses UMKM terhadap SBU
- Kebijakan Sertifikasi Khusus untuk UMKM
Pemerintah dapat menetapkan standar sertifikasi dengan klasifikasi usaha mikro dan kecil agar lebih sesuai kapasitas. - Peningkatan Edukasi dan Sosialisasi
Dinas terkait, asosiasi usaha, dan LSBU perlu aktif memberikan edukasi hingga ke tingkat desa/kecamatan. - Pendampingan Teknis dan Administratif
Pendampingan dalam penyusunan dokumen dan pengisian OSS RBA dapat mempercepat proses pengurusan SBU oleh UMKM. - Kemitraan Tenaga Ahli
Skema berbagi tenaga ahli melalui asosiasi atau koperasi jasa konstruksi bisa menjadi solusi bagi UMKM yang belum memiliki SDM tersertifikasi. - Digitalisasi yang Lebih Ramah UMKM
Proses pendaftaran dan pemantauan SBU melalui sistem OSS perlu dibuat lebih sederhana dan dilengkapi dengan tutorial bahasa yang mudah dipahami.
Kesimpulan
Bisakah UMKM memiliki peluang besar untuk mendapatkan SBU, jawabanya bisa asalkan disertai dengan dukungan sistem yang inklusif dan ramah usaha kecil. Dengan memiliki SBU, UMKM dapat meningkatkan profesionalisme, membuka akses proyek formal, dan memperkuat legalitas usahanya. Namun, diperlukan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga sertifikasi agar peluang ini benar-benar dapat dimanfaatkan secara luas.
jika anda tertarik dengan SBU dan SKK bisa kunjungi website kami dengan cara klik disini!

